Kamis, 19 Januari 2012

Ular Merasakan Denyut Jantung Mangsa

PENNSYLVANIA, KOMPAS.com - Ilmuwan menemukan bahwa ular boa konstriktor mempunyai kemampuan untuk merasakan denyut jantung mangsa. Penemuan dipublikasikan di jurnal Royal Society Biology Letters yang terbit bulan ini.

Penemuan itu terungkap setelah ilmuwan melakukan eksperimen dengan ular boa konstriktor, tikus mati dan jantung palsu yang terbuat dari kantung berisi air dan disambungkan ke selang, menjadi simulasi jantung dan pembuluh darah.

Jantung palsu dipasang di tikus yang telah mati. Selanjutnya, ilmuwan membiarkan ular memangsa tikus ini. Dalam waktu tertentu, detakan jantung palsu bisa dimatikan dengan remote control. Untuk mengukur kuat lilitan dan tekanan ular, ilmuwan juga menaruh sensor pada tikus mati.

Ilmuwan mendapatkan fakta bahwa ular boa konstriktor baru melepaskan mangsanya ketika sudah mati atau detak jantungnya berhenti. Ketika ilmuwan mempertahankan jantung palsu berdetak lebih lama, mereka menemukan bahwa ular boa konstriktor juga melilit lebih lama.

Scott Boback dari Dickinson College, Universitas Pennsylvania, seperti dikutip BBC, Rabu (18/1/2012) mengatakan, "Selama melilit, ular sebenarnya merasakan detak jantung mangsanya."

Ia menambahkan, "Banyak dari kita yang berpikir bahwa ular adalah pembunuh berani, tidak punya fungsi kompleks seperti yang dimiliki vertebrata yang lebih tinggi. Kami menemukan sebaliknya dan menduga bahwa sensitivitas yang luar biasa ini adalah kunci kesuksesan seluruh bangsa ular."

Ular perlu merasakan detak jantung mangsa untuk efisiensi energi. Ketika sudah tahu mangsa mati, lilitan dilonggarkan sehingga lebih sedikit energi yang dikonsumsi.

Kepiting Karapas Coklat Ditemukan di Papua

JAKARTA, KOMPAS.com — Satu lagi spesies baru dari Indonesia ditemukan. Spesies baru kali ini bernama Macrophthalmus fusculatus, sejenis kepiting yang punya karapas berwarna coklat.

Penemunya ialah dua staf Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dwi Listyo Rahayu dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Bio Industri Laut di Mataram dan Dharma Arif Nugroho dari UPT Loka Konservasi Biota Laut Ambon. Keduanya bernaung di bawah Pusat Penelitian Oseanografi LIPI.

Dwi Listyo Rahayu yang akrab disapa Yoyok, mengatakan bahwa jenis Macrophthalmus fusculatus memiliki beberapa ciri khas.

"Spesies ini bentuk karapasnya melebar di bagian posterior (bagian karapas yang terletak di antara kaki kelima), dan bentuk capitnya memanjang," ungkap Dwi lewat surat elektronik kepada Kompas.com, Rabu (18/1/2012).

"Secara sepintas jenis ini tampak kusam, berlumpur, dan kotor. Tetapi setelah dibersihkan dari lumpur, maka akan terlihat karapas yang berwarna coklat dengan beberapa kelompok tonjolan-tonjolan kecil (tubercles), dan capitnya yang halus. Menurut saya terlihat cantik dibawah mikroskop," tambah Yoyok.

Nama spesies ini sendiri diambil dari ciri khas karapas yang berwarna coklat. Secara harafiah, kata bahasa latin fuscus dalam bahasa Indonesia berarti coklat.

Macrophthalmus fusculatus memiliki ukuran kecil. Diameter karapasnya hanya 4-10 sentimeter. Sementara, habitatnya adalah pada substrat pasir berlumpur di hutan bakau.

"Sampai saat ini hanya ditemukan di hutan bakau di daerah Timika, Papua," kata Yoyok. Meski demikian, terbuka kemungkinan untuk menemukannya di perairan lain seperti Maluku dan Sulawesi.

Proses identifikasi spesies ini sebagai spesies baru memerlukan waktu cukup lama, 10 tahun.

"Macrophthalmus fusculatus pertama kali dikoleksi pada tahun 2001 ketika saya mendapat kesempatan untuk melakukan penelitian di Timika, Papua. Pada saat itu biota tersebut diidentifikasi sebagai jenis (species) yang sudah dikenal," tutur Yoyok.

Namun, Yoyok dan rekannya terus mengumpulkan spesimen-spesimen organisme yang masuk genus Marcophthalmus dari Papua dan Lombok. Sejak tahun 2008, pengamatan secara lebih detail dimulai. Hasil pengamatan dan perbandingan dengan koleksi genus Macrophthalmus di Raffles Museum of Biodiversity Research di Singapura menunjukkan bahwa kepiting karapas coklat ini spesies baru. Macrophthalmus fusculatus positif dinyatakan sebagai spesies baru pada tahun 2011.

Bersama penemuan spesies Macrophthalmus fusculatus ini, Yoyok dan rekannya juga menemukan 14 spesies lain dari genus Macrophthalmus, di antaranya spesies Macrophthalmus abbreviatus dan Macrophthalmus sulcatus malaccensis yang eksistensinya di Indonesia baru diketahui kali ini.

Penemuan ini menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan jenis Macrophthalmus. Genus yang bercirikan tubuh pipih dan tangkai mata panjang ini diketahui hanya hidup di wilayah Indo-Pasifik Barat, mulai Laut Merah, Samudra Hindia, dan perairan Jepang. Penemuan organisme yang berhabitat di wilayah pesisir ini mempertegas bahwa hutan bakau dan wilayah pesisir perlu dijaga kelestariannya.

Penelitian Yoyok dan Dharma Arif Nugroho dipublikasikan di jurnal internasional taksonomi, Zootaxa, Kamis (12/1/2012).

Makhluk Setengah Hewan Setengah Tumbuhan

COPENHAGEN, KOMPAS.com — Penemuan spesies baru Mesodinium chamaeleon mengagetkan para ilmuwan. Spesies ini menarik perhatian karena karakteristiknya setengah hewan setengah tumbuhan. Ilmuwan yang semula menganggap bahwa tak mungkin ada makhluk di antara hewan dan tumbuhan pun harus berpikir ulang.

Mesodinium chamaeleon sebenarnya adalah organisme sel tunggal. Karakteristik yang membuatnya bisa dikatakan hewan adalah adanya cilia, organ sel yang digunakan untuk bergerak. Adanya organ memungkinkan spesies ini bergerak secara aktif mencari makan seperti layaknya hewan.

Sementara itu, karakteristik yang membuatnya dikatakan tumbuhan ialah adanya simbiosis dengan alga. Mesodinium chamaeleon "menelan" alga, membiarkannya tetap utuh dan berfotosintesis. Mesodinium chamaeleon juga membawa alga bergerak dan mengubah penampakan dirinya seperti warna alga, yakni merah atau hijau.

Ojvin Mooestrap, peneliti dari Universitas Copenhagen, Denmark, yang menemukan spesies itu seperti dikutip New Scientist, Jumat (13/1/2012), menyatakan, "Pembagian antara hewan dan tumbuhan benar-benar tidak ada." Mooestrap mengungkapkan, banyak organisme mungkin gabungan di antara keduanya.

Mesodinium chamaeleon ditemukan di Pantai Niva, Denmark. Spesimen lainnya juga ditemukan di lepas pantai Finlandia dan Rhode Island. Temuan organisme setengah tumbuhan cukup jarang. Selain Mesodinium chamaeleon, organisme yang punya ciri hampir sama ialah Mesodinium rubrum.

Bentuk simbiosis yang dilakukan Mesodinium chamaeleon dengan menelan alga disebut endosimbiosis. Bentuk simbiosis ini ialah yang terpenting dalam evolusi. Dua miliar tahun lalu, organisme sel tunggal menelan bakteri dan memperbudaknya sebagai pabrik energi. Akibat proses ini, terciptalah mitokondria yang pada organisme multisel dikenal sebagai pabrik energi.

Mesodinium chamaeleon mencerminkan bagaimana endosimbiosis berkembang. Penemuannya dipublikasikan di Journal of Eukaryotic Microbiology baru-baru ini
INILAH.COM, Jenewa – Waktu dunia akan segera mendapat tambahan beberapa detik agar selaras dengan pergerakan Bumi. Para ahli mempertimbangkan akan melakukan ini pekan ini.

Coordinated Universal Time (UTC) berdasarkan sekitar 400 jam atomik di lab yang ada di seluruh dunia di mana sering kali dikoreksi beberapa detik untuk menyelaraskannya dengan ragam rotasi Bumi seperti dikutip Foxnews.

Setelah bertahun-tahun berdebat, delegasi International Telecommunication Union (ITU) akan memutuskan hal ini hari ini, Kamis (19/1).

“Mustahil meramalkan kapan waktu tepat melakukan penambahan beberapa detik ini,” kata kepala ITU Vincent Meens.

Alasan penyelarasan ini adalah karena rotasi Bumi dan gempa yang memperlambat Bumi, lanjutnya.

“Semua sistem komputer perlu disesuaikan beberapa detik dan hal ini akan menciptakan masalah, karenanya hal ini harus dilakukan secara manual,” katanya.

ITU mengatakan, 13 dari 16 negara menyatakan hal ini memang harus dilakukan. Di sisi lain, Inggris, China dan Kanada menentang perubahan ini karena menurut Negara tersebut, hal ini akan menimbulkan kesenjangan antara waktu Bumi dan waktu atomik sekitar 15 detik di tiap 100 tahun.

Makan Coklat Bikin Jago Matematika

INILAH.COM, Jakarta – Coklat selalu dikreditkan sebagai pengurang stres hingga risiko penyakit jantung. Namun, ada fakta lain mengenai coklat.

Menurut studi peneliti Northumbria University Inggris pada 2009, coklat bisa membantu orang mengerjakan matematika. Studi menunjukkan, orang bisa menghitung mundur lebih baik setelah mengkonsumsi coklat panas yang mengandung 500 mg flavanols atau lima batang coklat.

Selain itu, antioksidan pada coklat bisa meningkatkan aliran darah ke otak. Studi lain menunjukkan, sedikit coklat hitam bisa mengubah tingkat protein C-reaktif yang berhubungan dengan peradangan di dalam tubuh.

“Pengaruh terbaik diperoleh ketika mengkonsumsi rata-rata 6,7 gram coklat per hari atau setara kotak kecil coklat dua atau tiga kali sepekan,” papar penulis utama studi Northumbria Romina di Giuseppe.

Selama beberapa tahun, studi juga menguak manfaat coklat bagi kesehatan. Menurut studi pada 44 ribu partisipan baru-baru ini, orang yang tiap pekan makan coklat, 22% lebih kebal stroke. Temuan ini dipresentasikan di pertemuan tahunan American Academy of Neurology di Toronto.

Meski coklat terbukti kaya antioksidan flavonoid yang bisa menangkal stroke, studi Sarah Sahib dari McMaster University, Kanada, mencatat, penelitian ‘lebih lanjut diperlukan untuk menentukan coklat benar-benar menurunkan risiko stroke, atau apakah orang bisa sehat cukup dengan makan coklat”.

Pada 2009, studi menemukan, orang yang dinilai sangat tertekan mengalami penurunan tingkat hormon stres setelah makan coklat tiap hari selama dua pekan. Di studi Nestle Research Center Swiss, 30 subyek makan 40 gram coklat hitam tiap hari.

Studi Sunil Kochhar ini menunjukkan, relawan mengalami ‘pengurangan kadar hormon stres dan normalisasi metabolik stres sistemik’ secara signifikan. Mungkin alasan ilmiah inilah yang membuat coklat disebut sebagai ‘makanan para dewa’ di Yunani.

2012 Akan Alami Perubahan Waktu Dunia

INILAH.COM, Washington – Cara manusia menjaga waktu saat ini tidaklah sempurna. Hal ini menyebabkan banyak masalah di komunitas modern. Namun, ilmuwan akan menyempurnakannya pada 2012. Bagaimana?

Ilmuwan di International Bureu of Weights and Measures di Paris, Prancis, mempertimbangkan menghapus bulan depan. Hal ini dilakukan untuk mengubah cara manusia menyebut waktu yang kebanyakan orang tak mengetahui keberadaannya.

Ilmuwan ini berencana menghapus ‘lompatan detik’ dari Coordinated Universal Time (UTC). Kebanyakan orang menyadari adanya lompatan tahun yang akan ada hari ekstra seperti pada akhir Februari yang terjadi tiap empat tahun sekali untuk menyesuaikan dengan rotasi tahunan Bumi.

Namun,lompatan detik memiliki dampak jauh tak terduga, yakni menambahkan detik pada jam dalam pola yang tak prediksi. Hal ini disebabkan pelambatan perlahan rotasi Bumi akibat pasang surut samudera atau daya tarik Bulan.

Sederhananya, sejak dulu, kita harus menghentikan jam selama beberapa detik agar rotasi Bumi bisa sesuai pengukuran waktu. Menghapuskan gangguan kecil ini dapat memastikan tak adanya berhentinya waktu secara mendadak.

Kamis, 05 Januari 2012

Pinnacle Studio 14

Teman yang demen edit video silakan mencoba Pinnacle Studio 14

Pinnacle Studio 14 merupakan program video editing versi terbaru dari Pinnacle. Pinnacle Studio 14 memiliki keunggulan dari Pinnacle Studio versi sebelumnya dengan fasilitas yang lebih lengkap, seperti fasilitas Capture, editing dan burning disk HD, kemampuan AVCHD Cutting-Edge, kompatibelitas Windows Vista, pembangkit musik Scorefitter, antarmuka pengguna baru, pemublikasian web yang disederhanakan, serta kecepatan dan kemampuan yang diperbaiki. Oleh karena itu, dengan Pinnacle Studio 14 kita dapat membuat proyek film atau video yang dibutuhkan dengan mudah dan cepat.

untuk Beragam Kebutuhan, Video Editing ini dibuat untuk editor video, mahasiswa, dan kalangan umum untuk dapat mengolah beragam kebutuhan video editing. Menyajikan berbagai teknik pengolahan dan pengeditan video untuk beragam kebutuhan editing mulai dari teknik pengambilan gambar, mengatur capture format video, mengolah video, memberi efek pada video, dan masih banyak lagi.

Fitur yang Lebih lengkapnya:

* Melakukan Capture dan Pengaturannya
* Teknik Dasar Video Editing
* Video Editing Perkawinan
* Video Editing Layanan Masyarakat
* Video Editing Wisuda
* Video Editing Perjalanan Wisata
* Video Editing Seminar/Workshop
* dan lain-lainnya

System requirements

* Windows® 7, Windows Vista® (SP2),Windows XP (SP3)
* Intel® Pentium® or AMD Athlon™ 1.8 GHz (2.4 GHz or higher recommended) – Intel Core™ 2 or i7 2.4 GHz required for AVCHD* (2.66 GHz for AVCHD* 1920)
* 1 GB system memory recommended, 2 GB required for AVCHD*
* DirectX® 9 or 10 compatible graphics card with 64 MB (128 MB or higher recommended) – 128 MB required for Red Giant Magic Bullet Looks Plug-in: Pixelshader 2 required, Intel GMA integrated graphics not supported. – 256 MB required for HD and AVCHD*
* DirectX 9 or higher compatible sound card
* 3,6 GB of disk space
* DVD-ROM drive to install software
* Accessory:
o CD burner for creating Video CDs or Super Video CDs (S-VCDs)
o DVD burner for creating DVD and AVCHD* discs
o Blu-ray burner for creating Blu-ray discs*
o Sound card with surround sound output required for preview of surround sound mixes

silakan Klik disini

selamat mencoba

ppt struktur bumi

  klik disini