Minggu, 11 September 2011
starry night
Bagi teman teman yang menyukai astromoni silakan Download di link ini
starry night 6
http://www.filestube.com/77bdd684330c419203e9,g/Starry-Night-Pro-Plus-6-0-4-Win-Mac-1NCADEM-TR.html
atau klik disini
apabila terlalu lama memdownload silakan
alamat starry night pro 5
http://www.filestube.com/2fbc2a299294223403e9,g/Starry-Night-5-Pro-CD1-%5BLatrodectus-U.html
bagian 1
bagian 2
Jumat, 05 Agustus 2011
Ayam Betina Dapat Memilih Sperma
INILAH.COM, Jakarta - Ayam betina liar sangat selektif memilih ayah bagi anak-anaknya, yakni dengan cara menyortir sperma.Ahli zoologi Universitas Oxford menemukan, ayam betina liar, setelah kawin, bisa mengeluarkan kembali sperma pejantannya dengan cara paksa. Ini mereka lakukan untuk mengurangi kemungkinan pembuahan. Dengan cara itulah, si ayam bisa memilih induk jantan bagi anak-anaknya.
Diberitakan Wired, Rebecca Dean, dari Oxford University Department of Zoology mengatakan, rata-rata 80% hasil ejakulasinya dibuang lagi. Sebagian besar sperma yang masuk berisiko gagal dibuahi, karena si ayam dapat memilah sperma mana yang boleh membuahi telurnya.
Ayam betina tidak memperlakukan pejantannya dengan cara sama. Jadi walaupun si betina sudah pernah kawin dengan seekor ayam jantan, ia bisa kawin lagi dengan ayam jantan ke dua dan ketiga, tapi yang kedua dan ketiga itu tidak dibuahi.
Sperma pejantan yang inferior tidak mendapat proritas untuk dibuahi, sebaliknya, betina lebih memilih sperma pejantan yang dominan. [mor]
Cara Baru, Menyuntik Tanpa Jarum
INILAH.COM, Jakarta - Dengan teknologi nano, profesor menciptakan alat suntik yang dapat menginjeksi lebih efektif. Tanpa jarum.Jarum suntik memang menyeramkan bagi sebagian orang. Tapi walau bagaimanapun, kadang orang-orang yang takut jarum suntik harus diberi vaksin.
Diberitakan TheAustralian, Mark Kendall, profesor teknologi nano dan Australian Institute for Bioengineering mengembangkan nanopatch yang dapat ‘menyuntikkan’ vaksin tanpa harus menusukkan jarum ke kulit.
Alat suntik istimewa ini dibuat dengan teknologi nano yang terdiri atas ribuan struktur kecil yang dapat menyalurkan vaksinlangsung ke sel pertahanan tubuh tanpa harus melewati otot.
Alat ini dicobakan pertama kali pada hewan. Ternyata, nanopatch dapat menginjeksi vaksin flu lebih efektif, yakni hanya dengan dosis lebih sedikit, hanya 1/150 dibandingkan dengan dosis vaksin yang disuntikkan menggunakan jarum.
Teknologi ini tentu juga akan mengurangi penyebaran penyakit akibat jarum yang tidak steril. [mor]
Wow, Jendela Kaca Penghasil Listrik

INILAH.COM, Jakarta – Ilmuwan menciptakan panel surya tembus pandang, yang dapat digunakan sebagai kaca jendela.
Selama ini, panel surya dikenal sebagai perangkat hitam dan dipasang di atap rumah. Tapi bagaimana jika panel surya itu dipasang sebagai jendela?
Jangan khawatir rumah Anda jadi kegelapan, karena ilmuwan startup energi di Maryland menciptakan panel surya tembus pandang.
“Ilmuwan kami telah mencipatkan SolarWindow yang lebih dari sekadar kaca transparan. Kami dapat membuat perangkat plastik fleksibel ini menghasilkan listrik,” ujar John A. Conklin, presiden dan CEO New Energy Technologies, seperti dikutip dari SmartPlanet.
Panel surya ini diharapkan dapat menggantikan kaca transparan yang biasa digunakan sebagai jendela di sejumlah bangunan komersial. Dibuat dengan bahan plastik polyethylene terephthalate yang transparan dan fleksibel,
SolarWindow dilengkapi lapisan seperti yang terdapat pada panel surya, sehingga dapat menghasilkan listrik. Saat ini, perangkat itu telah berhasil dipasang di Willis Tower di Chicago, dan akan dijual untuk umum. [mor]
Kamis, 04 Agustus 2011
Bola Gas Raksasa di Luar Angkasa
Nebula berbentuk bola tersebut diberi nama "Kronberger 61", sesuai dengan nama penemunya, Matthias Kronberger, seorang astronom amatir. Kronberger mendapati keberadaan nebula tersebut pada Januari 2011 ketika meneliti foto-foto digital hasil survei sejak tahun 1980-an. Kronberger menginformasikan temuannya kepada astronom profesional dari Gemini Observatory di Hawaii yang kemudian meneliti lebih lanjut dan menghasilkan gambar versi berwarna.
Kronberger 61 terletak sekitar 13.000 tahun cahaya di daerah rasi bintang Cygnus. Bentuknya nyaris bulat sempurna—bentuk yang aneh dibandingkan sekitar 3.000 nebula yang pernah ditemukan. "Sedikit sekali nebula yang sangat bulat. Biasanya mereka memanjang atau berbentuk seperti kupu-kupu atau obyek lain," kata astronom George Jacoby dari Giant Magellan Telescope Organization di Pasadena, California, Amerika Serikat, yang membantu pembuatan gambar Kronberger 61 menggunakan Gemini.
Nebula terjadi ketika sebuah bintang melebur hidrogennya menjadi helium, dilanjutkan dengan perubahan helium menjadi karbon. Saat itu bintang menjadi tidak stabil dan membengkak. Inti planet yang panas mulai kembang kempis membuat lapisan gas terluar meluruh. Saat itulah menjadi tahap awal munculnya nebula. Ketika inti planet terekspos, radiasi panasnya melontarkan gas, membuatnya tampak berpendar.
Proses pembentukan struktur nebula yang rumit saat ini masih jadi perdebatan. Sebuah pendapat mengatakan bahwa bentuk nebula dipengaruhi oleh gaya gravitasi benda langit di sekitar bintang, seperti planet besar. Pendapat lain menyebutkan bahwa bentuk tidak perlu dibantu oleh benda langit lain.
"Dalam kasus Kronberger 61, kita akan ketahui satu tahun dari sekarang, setelah teleskop Kepler berhasil meneliti bintang di pusat nebula," kata Jacoby. Jika bintang terlihat redup dan terang secara periodik, kemungkinan pembentukan nebula dibantu oleh benda langit lain. Saat redup, kemungkinan ada obyek yang lewat di antara Bumi dan bintang. Obyek itulah yang membantu pembentukan nebula. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)
Bumi Pernah Punya Dua Bulan?
KOMPAS.com — Bumi pernah punya dua bulan. Satu bulan berukuran kecil dan bulan lain berukuran 3 kali lebih lebar dan 25 kali lebih berat. Hal itu diungkapkan oleh astronom University of California, Erik Aspaugh, dan timnya dalam publikasi di jurnal Nature, Rabu (3/8/2011).Dua bulan itu bersanding dengan Bumi hingga akhirnya bertabrakan yang disebut "Big Splat" dan terjadi pada 4,4 miliar tahun yang lalu. Dalam peristiwa itu, bulan yang lebih kecil menabrak bulan yang lebih besar. Saat itu, dua bulan yang konon terbentuk dari planet yang menghantam Bumi 100 juta tahun sebelumnya itu masih berusia muda.
Tabrakan berlangsung dengan kecepatan 8.000 km/jam, tergolong lambat secara astronomi. Saking lambatnya, Aspaugh mengumpamakan, "Orang akan bosan melihatnya sebab bahkan butuh waktu 10 menit bagi kancing untuk bisa terpendam di Bulan."
Akibat tabrakan lambat, batuan di dua bulan tidak meleleh. Bahkan, tak ada kawah yang tercipta karenanya. Material dari bulan yang lebih kecil hanya berhamburan di muka bulan yang lebih besar atau Bulan yang kita kenal sekarang.
Seperti diwartakan Foxnews, Rabu, Aspaugh mengungkapkan, tabrakan dua bulan itu menjelaskan mengapa permukaan Bulan yang jauh dari Bumi lebih berbukit-bukit. Menurut Aspaugh, bukit-bukit itu berasal dari hamburan material hasil tabrakan.
Jay Melosh dari Purdue University yang tak terlibat penelitian ini mengatakan, teori dua bulan ini ramai dibicarakan dalam konferensi NASA membahas proyek robotik ke Bulan di masa depan yang berlangsung minggu ini. "Tak ada yang salah dengan teori ini. Bisa saja benar, bisa saja salah," kata Melosh memberi tanggapan.
Benar atau salah, yang jelas Aspaugh beranggapan, "Dua bulan itu memang ditakdirkan bertabrakan. Tak ada jalan keluar dari itu." Bulan yang lebih besar memiliki gravitasi yang begitu kuat sehingga bulan yang lebih kecil tidak mampu melawan pengaruhnya.
NASA Temukan "Aliran Sungai" di Mars

KOMPAS.com - Kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRiSE) yang ada pada Mars Reconaissance Orbiter (MRO) berhasil menangkap citra guratan pada kawah curam di Mars. Para ilmuwan mempercayai, guratan tersebut merupakan tanda keberadaan air yang mengalir layaknya sungai.
"Ini adalah air masa kini, bukan yang terdapat di masa lalu," kata Alfred McEwen, pakar ilmu keplanetan dari University of Arizona yang terlibat penelitian ini. Ia mengatakannya dalam konferensi pers yang diadakan NASA, Kamis (4/8/2011). "Penjelasan paling masuk akal dari hasil observasi sejauh ini adalah aliran air asin," sambung McEwen.
Meski demikian, ia buru-buru menegaskan bahwa hasil observasi yang dipublikasikan hari ini di jurnal Science ini bukanlah bukti keberadaan aliran air secara langsung. Meski demikian, alternatif penjelasan selain air mengalir masih belum ada.
"Membandingkan dengan Bumi, sulit menjelaskan bahwa guratan terbentuk dari aliran zat lain. Pertanyaannya adalah, apakah ini terjadi di Mars, dan bila ya, mengapa hanya di tempat tertentu," jelas Richard Zurek, pimpinan proyek MRO dari Jet Propulsion Laboratory NASA.
McEwen menjelaskan, dari guratan yang ditinggalkan, tampak bahwa air yang mengalir memiliki kekentalan yang tinggi, membuatnya lebih mirip dengan aliran sirup. Namun, McEwen menuturkan, "Kami belum tahu salinitas atau keasinan dari air yang mengalir itu."
Guratan-guratan itu merupakan guratan musiman yang terbentuk di musim panas membuat penampakan gelap dan seolah menghilang di musim dingin. Guratan sudah ditemukan di 7 lokasi dan kemungkinan di 20 lokasi lainnya lagi. Salah satunya ada di sekitar kawah Newton. Setiap lokasi penemuan kurang lebih memiliki 1000 guratan yang jika dilihat berbentuk seperti jari.
Lisa M Pratt, pakar biogeokimia dari Indiana Univerity mengatakan, guratan yang ditemukan bisa berpotensi menjadi tempat tinggal makhluk hidup, jika memang ada. Di Bumi, mikroba bisa hidup di air asin yang tak pernah membeku, atau bahkan bisa mengalami dormansi di air beku.
"Ini sangat spekulatif karena kita tidak tahu apakah ada organisme di sana, atau apakah pernah ada sebelumnya," kata Pratt seperti dikutip the New York Times hari ini.
Guratan-guratan pada kawah Mars itu pertama kali terobservasi oleh pelajar University of Arizona, Lujendra Ojha. Ia tengah mempelajari perubahan kecil yang ada di planet Mars ketika akhirnya menemukan struktur guratan tersebut.
"Saya bingung saat pertama kali melihatnya dalam gambar setelah saya memproses dengan algaritma," kata Ojha. "Tapi kami akhirnya sadar bahwa guratan itu ialah struktur berbeda dari yang ditemukan sebelumnya. Kami melihat bahwa ini struktur musiman dan bisa tumbuh hingga 200 meter dalam 2 bulan," sambung Ojha.
Konfirmasi struktur guratan yang tampak gelap dengan Compact Reconaissance Imaging Spectrometer for Mars (CRISM) memang tak menunjukkan tanda keberadaan aliran air secara langsung. Tapi, ini tak menutup kemungkinan adanya aliran air yang cepat kering atau hanya dalam jumlah sedikit di bagian sub permukaan.
Menjelaskan penampakan guratan yang gelap dan kemampuannya berubah menjadi terang, McEwen mengatakan, "Guratan tampak gelap bukan karena aliran air yang basah. Aliran air asin bisa menyusun kembali butiran-butiran atau mengubah kekasaran permukaan sehingga tampak gelap. Bagaimana guratan tampak terang lagi saat temperatur turun, belum ada penjelasan."
McEwen mengatakan, "Ini masih misteri saat ini. Tapi saya pikir ini misteri yang bisa dipecahkan dengan penelitian lebih lanjut."
ppt struktur bumi
klik disini
-
INILAH.COM, London – Ilmuwan berhasil menemukan galaksi tergelap yang menyimpan harta karun berupa 1.000 bintang kuno. Galaksi in...
-
BUAT SURAT Surat
-
Silahkan download File Ini