Kamis, 04 Agustus 2011

Inilah Cara Terbentuknya Tata Surya

INILAH.COM, Jakarta – Ilmuwan tak sepenuhnya tahu cara terbentuknya tata surya. Namun, ini adalah penjelasan terbaik yang disetujui sebagian besar kaum cendekia tersebut.

Awan molekul yang runtuh ke dalam dirinya sendiri dan membentuk tata surya sekitar 4,6 miliar tahun silam, menjadi penjelasan yang disetujui ilmuwan. Dalam penggambaran yang disebut model nebula ini, matahari menjadi yang pertama terbentuk kemudian dikelilingi cakram gas dan debu berputar-putar.

Cara Matahari terbentuk

Beberapa bukti, termasuk hasil studi 2010 oleh ilmuwan di lembaga Carnegie, menunjukkan adanya kontraksi yang didorong ledakan supernova terdekat. Menurut ‘From Suns to Life: A Chronological Approach to the History of Life on Earth’ (Springer, 2004), kekuatan lain seperti perbedaan kepadatan juga menyebabkan awan ini mulai runtuh.

Awalnya, gas yang terkumpul dalam pusat padat cakram berputar ini menciptakan Protosun. Tabrakan antara molekul memanaskan benda-benda lain dan akhirnya meningkatkan suhu hingga 10 juta derajat Celcius.

Tabrakan yang makin panas dan ganas ini memicu reaksi nuklir yang mengubah Protosun menjadi bintang. Menurut ‘From Suns to Life,’ proses ini memakan waktu sekitar 100 ribu tahun.

Cara Planet terbentuk

Sementara itu, dalam materi cakram yang mengelilingi matahari muda, proses yang disebut akresi membentuk planet, bulan, komet serta asteroid. Partikel kecil yang saling bertabrakan membentuk tubuh yang lebih besar akhirnya mencapai ukuran planetesimal, hingga beberapa diameter kilometer.

Ukuran ini cukup besar untuk menciptakan gravitasi sendiri. Kemudian menurut Lunar and Planetary Institute, badan-badan ini menarik lebih banyak partikel kecil dan menyisakan yang terbesar saja.

Di daerah panas dekat Matahari berkembang, air pada planetesimal ini cenderung menguap dan gasnya tersapu keluar dan hanya materi berat, seperti silikon dan logam bisa mengembun menjadi padat. Planet muda di tata surya bagian dalam (seperti Bumi) terbentuk dari materi ini, batuan padat.

Lebih jauh dari bintang baru, suhu dingin dan es yang melimpah memungkinkan tubuh yang jauh lebih besar terbentuk dan menciptakan inti planet seperti Yupiter dan Saturnus. Menurut buku referensi astronomi edisi ketiga ‘The Solar System’ sebuah buku referensi astronomi, inti-inti ini cukup besar sehingga gravitasi bisa menarik gas dari nebula sekitar dan menciptakan raksasa gas di luar tata surya.

Obyek lain di tata surya

Di luar Neptunus, di bagian cakram yang lebih dingin, tak ada cukup materi tersedia untuk planetesimal tumbuh menjadi raksasa gas. Potongan-potongan terhambat ini akhirnya membentuk sabuk Kuiper.

Menurut ‘The Solar System,’ bidang planetesimal lain yang menjadi sabuk asteroid antara Mars dan Yupiter diduga disimpan dari penggumpalan planet oleh gravitasi Yupiter. Model Nebula inilah yang menjelaskan mengapa semua planet berada di orbit bidang rotasi matahari. [ast]

Inilah Rahasia Terbesar Venus


INILAH.COM, Jakarta – Meski planet kedua di tata surya ini memiliki nama serupa dewi cinta Roma namun planet ini tak penuh cinta. Untuk permulaan, permukaan planet ini mencapai 900 derajat Fahrenheit.

Karenanya, planet kedua ini dinobatkan sebagai planet terpanas di tata surya. Lebih buruk lagi, selimut tebal karbon dioksida menekan 92 kali tekanan atmosfer Bumi di lanskap kering. Awan kusam yang menghalangi pandangan pada permukaan planet itu merupakan asam sulfur.

Seperti dibayangkan, mempelajari Venus terbukti menjadi pekerjaan sulit. Sedikit demi sedikit, ilmuwan mempelajari lebih banyak mengenai tetangga Bumi ini. Berikut beberapa misteris terbesar mengenai obyek paling terang di langit setelah matahari dan bulan.


Iklim serupa Bumi

Venus kadang disebut sebagai ‘kembaran jahat’ Bumi. Dalam ukuran, komposisi dan lokasi orbit, neraka Venus sebenarnya planet termirip Bumi. Di awal sejarah Venus, para ilmuwan menduga dunia itu sangat mirip Bumi, dengan lautan dan iklim lebih dingin.

Namun, lebih dari beberapa miliar tahun, efek rumah kaca yang ada sangat berpengaruh. Venus sekitar sepertiga lebih dekat matahari dibanding Bumi. Karenanya, Venus mendapat sinar matahari dua kali lebih banyak. Panas ekstra ini menyebabkan penguapan hebat di awal permukaan air.

Pada akhirnya, uap air terperangkap panas yang lebih panas. Pemanasan lebih lanjut planet ini memicu penguapan yang lebih besar hingga akhirnya lautan pun mengering dan menghilang. “Mekanisme ini masuk akal dari Venus awal yang seperti Bumi menjadi Venus saat ini,” kata kurator Astrobiologi David Grinspoon di Denver Museum of Nature & Science.

Ilmuwan interdisipliner pada misi Venus Express, pesawat ruang angkasa yang mengorbit Venus sejak 2006, ini mencari tahu kapan persisnya dan bagaimana Venus menjadi ‘tungku’ untuk membantu pemodelan perubahan iklim Bumi dan menghindarkan Bumi dari nasib serupa Venus.

Atmosfer berotasi super

Venus memutari porosnya jauh lebih lambat dari Bumi. Alhasil, setahun di Venus serupa 243 hari di Bumi. Berdasar hal ini, diketahui angin di puncak awan Venus bisa mencapai 360 km/jam atau 60 kali kecepatan memutar planet.

Secara proporsional, jika angin serupa muncul di Bumi, angin awan khatulistiwa mencapai kecepatan menakjubkan, 9.650 km/ jam. Pendorong cepatnya rotasi Venus adalah energi sinar matahari, papar Grinspoon. Namun, cara kerja penuh fenomena ini tetap menjadi misteri.

Berputar terbalik

Saat dilihat dari kutub utara matahari, semua planet di tata surya mengorbit matahari dengan arah berlawanan dan semuanya hampir berputar searah sumbunya. Namun tidak untuk Venus. Planet kedua ini memiliki rotasi retrograde seperti Uranus.

Artinya, matahari terbit dari barat dan terbenam di timur di planet itu. Perputaran searah jarum jam ini mungkin hasil tabrakan kosmik awal dalam sejarah Venus.

Petir misterius

Petir dari awan Venus hingga kini masih menjadi pertanyaan terbuka. Meski pesawat ruang angkasa Venus Express telah ‘mendengar’ elektromagnetik statis yang secara karakteristik menghasilkan petir di Bumi, kamera belum pernah ‘menangkap’ petir ini, kata Grinspoon.

Cara terbentuknya petir ini juga masih misterius. Di Bumi, peran kunci dimainkan kristal es awan. Di Venus, pasokan bahan ini sangat sedikit dijumpai di atmosfernya yang sangat kering.

Kehidupan Alien di Venus?

Grinspoon mengakui adanya argumen masuk akal mengenai kehidupan Venus, bukan di permukaan planet yang super panas itu namun di awannya. Sekitar 50 km di atas awan seharusnya ada tempat yang bisa dihuni yang memiliki tekanan dan suhu seperti Bumi.

Untuk mendapat energi, makhluk mengambang menyerupai bakteri bisa menggunakan sinar matahari atau bahan kimia di awan. Tentunya, makhluk ini akan mentolerir asam sulfat. Di sisi lain, extremophiles di Bumi menunjukkan, kehidupan bisa berkembang di lingkungan paling keras sekalipun. “Sangat perlu menjelajah awan karena beragam alasan. Salah satunya kemungkinan keberadaan kehidupan eksotis ini,” tutup Grinspoon. [mdr]

Inilah Tujuh Asteroid Terunik di Tata Surya


INILAH.COM, Jakarta -Asteroid, benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid, ternyata banyak tersebar di tata surya kita. Namun, hanya beberapa yang memiliki kisah unik tersendiri. Seperti apa?

Pada 17 Juli lalu, pesawat Dawn NASA bertemu asteroid Vesta. Hal ini merupakan momen ketika manusia bisa melihat asteroid dari dekat. Vesta, seperti kebanyakan asteroid lain, berada di cincin seperti donat dari sabuk asteroid utama yang memisahkan Mars dan Yupiter.


Asteroid lain berada sangat dekat matahari. Namun, tak semua asteroid tampak senang, terbukti banyak asteroid yang juga memiliki lintas orbit di tata surya.

Ceres

Asteroid terbesar saat ini adalah Ceres. Massa asteroid ini setara sepertiga massa sabuk asteroid. Saking besarnya, obyek ini memiliki kekuatan gravitasi untuk menarik dirinya sendiri. Ceres juga disebut sebagai ‘planet kerdil’ layaknya Pluto.

Setelah ‘menengok’ Vesta, Dawn akan berkunjung ke Ceres yang diperkirakan sampai pada 2015 untuk mempelajari komposisinya serta mencapi tahu kemungkinan adanya cairan di bawah permukaannya.

Baptistina

Baptistina merupakan nama salah satu keluarga termuda asteroid di sabuk asteroid. Menurut model komputer, asteroid muncul 160 juta tahun silam dengan ukuran diameter 60km dan 170km.

Salah satu batu ini menghantam Bumi 65 juta tahun silam dan membantu kepunahan dinosaurus. Sisa hantaman asteroid ini terkubur di semenanjung Yucatan dan Tekuk Meksiko.

Kleopatra

Percaya atau tidak, banyak asteroid memiliki bulan, bahkan beberapa diantaranya memiliki dua satelit. Salah satunya adalah Klepoatra yang memiliki dua bulan bernama Alexhelios dan Cleoselene. Asteroid metalik ini memiliki bentuk yang tak lazim, yakni tulang anjing, dengan ukuran panjang, tinggi dan lebar 217x94x81 kilometer. Sedangkan bulan-bulan asteroid ini memiliki ukuran diameter 5km dan 3km.

Hektor

Seperti Kleopatra, Hektor sangat panjang, dengan dimensi panjang dan lebar sekitar 370x200 kilometer. Hektor juga memiliki bulan. Bedanya, asteroid ini tak ditemukan di sabuk asteroid utama. Benda kemerahan ini menjadi Trojan terbesar yang terjebak di orbit Yupiter.

Themis

Asteroid besar ini menjadi benda langit pertama yang diketahui memiliki es di permukaannya. Pada 2009, penyelidikan menggunakan cahaya infra merah memastikan keberadaan es serta karbon atau molekul organik.

Karakteristik ini membuat Themis menjadi kandidat kuat penghantar air dan karbon pada permukaan Bumi muda yang panas dan kering, empat miliar tahun silam.

Toutatis

Asteroid ini diberi nama serupa dewa Celtic. Benda langit ini menjadi asteroid paling aneh. Pasalnya, bukannya berputar mengikuti sumbunya, asteroid ini memiliki gerakan yang tak beraturan.

Asteroid ini berpotensi mendekati Bumi namun karena orbitnya kacau, kapan asteroid ini mencapai Bumi tak bisa diprediksi.

Apophis

Pada 2004, Toutatis mencapai posisi terdekatnya, 1,61 juta kilometer, dengan Bumi. Namun, terdapat batu-batu lain yang pernah sangat dekat Bumi, dan yang paling mengkhawatirkan astronom adalah Apophis. Batu ini ditemukan pada 2004.

Apophis sendiri merupakan nama dewa kegelapan Mesir. Asteroid ini akan kembali berada dekat lingkungan Bumi pada 2029. Saat itu, ilmuwan memperhitungkan kesempatan benda langit ini menabrak Bumi, dalam perhitungan yang cukup mencengangkan, yakni 1 dibanding 40.

Beruntungnya, perhitungan terbaru menunjukkan, kemungkinan asteroid ini menabrak Bumi menjadi nol. Disebutkan, pada 2029, asteroid ini akan berada 30 ribu kilometer di atas permukaan Bumi. [ast]

Selasa, 02 Agustus 2011

11 Langkah Agar Otak Menjadi Cerdas


Para ilmuwan dari University of California, Berkeley, AS, pernah meneliti otak tikus. Mereka menemukan, otak tikus tumbuh sebesar 4 persen saat mereka dipaksa menjalankan tugas mental setiap hari, misalnya mencari jalan keluar dari lorong yang berliku, memanjat tangga, dan bersosialisasi dengan tikus lain.

Nah, otak tikus saja bisa dilatih untuk tumbuh, apalagi otak manusia. Makin dilatih, otak kita pasti kian tajam. Kehilangan daya ingat dalam jumlah tertentu pada usia berapa pun adalah wajar, sama seperti terjadinya perubahan pada organ tubuh lain. Yang penting, jangan malas untuk rajin melatih otak kita agar daya ingat tetap kuat sepanjang masa.

Berikut ini adalah 11 Langkah Agar Otak Menjadi Cerdas

1. Latih kemampuan mengamati.
Perhatikan lingkungan sekitar. Rekam dalam pikiran apa yang Anda lihat, mulai dari yang paling sederhana dan diteruskan dengan observasi yang lebih rumit.

2. Asah indra.
Bisa dilatih dengan membedakan rasa makanan yang disukai dan yang tidak. Menyadari bau dan aroma di sekitar atau bunyi-bunyian yang ada di jalan atau mungkin rasa panas atau dingin udara di sekitar Anda.

3. Hafalkan nama teman-teman dan pasangkan nomor teleponnya.
Ada berapa yang bisa diingat? Latih supaya bisa mengingat lebih banyak.

4. Pelajari sesuatu yang baru.
Banyak membaca dan berkenalan dengan hal-hal lain yang mungkin bukan bidang Anda, bisa bahasa asing, pengetahuan tentang komputer, dan lain-lain.

5. Gunakan tangan supaya mengikuti petunjuk otak.
Misalnya bermain gitar, mengetik tanpa melihat tuts, mengerjakan prakarya dari kayu, atau berlatih menulis halus.

6. Tekuni hobi.
Gunakan kesempatan untuk mengembangkan hobi Anda.

7. Pelajari dan hafalkan tanggal-tanggal penting, menyangkut anggota keluarga, teman, atau perayaan tertentu.

8. Hafalkan sesuatu yang Anda sukai.
Bisa jadi itu puisi, lagu, kalimat dari sebuah buku atau kata-kata seseorang. Sebisa mungkin juga usahakan agar kalimat yang digunakan adalah bahasa asing.

9. Latihan menghafal urutan angka berderet panjang, misalnya 32145687390282930498.
Ini adalah bentuk latihan memperbaiki daya ingat jangka pendek. Lakukan dengan mengelompokkan atau memecah bilangan itu menjadi beberapa bagian, misalnya 3214568 kemudian 7390282 dan terakhir 930498.

10. Ingat perjalanan pribadi.
Apa yang sedang Anda kerjakan satu jam lalu, minggu lalu pada hari Rabu pukul 10.00, misalnya. Dengan siapa, di mana, dan seterusnya.

11. Ingat dan teliti ulang pengeluaran harian.
Apa yang Anda beli kemarin? Berapa uang yang ada dalam dompet Anda sekarang? Kapan Anda terakhir mengambil uang tunai, dan seterusnya.

Latihan-latihan ini akan memungkinkan sel otak tetap aktif dan jaringan penghubung antarsel otak semakin rapat. Kegiatan mental yang menantang meningkatkan jumlah sirkuit aktif atau sinapsis dalam otak. Semakin banyak sirkuit, semakin banyak asosiasi, makin besar pula kemampuan mengingat.

Kamis, 07 Juli 2011

Minggu, 26 Juni 2011

alamat ulead 11

bagi teman teman yang mengingnkan edit video buka alamat ini



http://softpro4u.softarchive.net/
ulead_videostudio_eng_rus_in_complete_additional_materials_
and_hands_on_user_iso.168087.html




Download from uploading
http://uploading.com/files/e1ddf5c7/UVS11.5materialsISO.part01.rar/
http://uploading.com/files/c3495125/UVS11.5materialsISO.part02.rar/
http://uploading.com/files/b68428ef/UVS11.5materialsISO.part03.rar/
http://uploading.com/files/96dc795e/UVS11.5materialsISO.part04.rar/
http://uploading.com/files/c61f1962/UVS11.5materialsISO.part05.rar/
http://uploading.com/files/a6f84dd9/UVS11.5materialsISO.part06.rar/
http://uploading.com/files/cf1d2m37/UVS11.5materialsISO.part07.rar/
http://uploading.com/files/6127c2f3/UVS11.5materialsISO.part08.rar/
http://uploading.com/files/c3672821/UVS11.5materialsISO.part09.rar/
http://uploading.com/files/767ac6de/UVS11.5materialsISO.part10.rar/
http://uploading.com/files/mc3f4ab9/UVS11.5materialsISO.part11.rar/
http://uploading.com/files/155m3bd4/UVS11.5materialsISO.part12.rar/
http://uploading.com/files/b44a42ef/UVS11.5materialsISO.part13.rar/
http://uploading.com/files/75862f62/UVS11.5materialsISO.part14.rar/
http://uploading.com/files/cd43ab5f/UVS11.5materialsISO.part15.rar/
http://uploading.com/files/5d4a1787/UVS11.5materialsISO.part16.rar/

Mirror hotfile
http://hotfile.com/dl/23039207/2762395/UVS11.5materialsISO.part01.rar
http://hotfile.com/dl/23039212/c33f63d/UVS11.5materialsISO.part02.rar
http://hotfile.com/dl/23039208/523a21c/UVS11.5materialsISO.part03.rar
http://hotfile.com/dl/23039202/1341229/UVS11.5materialsISO.part04.rar
http://hotfile.com/dl/23039211/01da7e3/UVS11.5materialsISO.part05.rar
http://hotfile.com/dl/23039300/b758b07/UVS11.5materialsISO.part06.rar
http://hotfile.com/dl/23039305/593644c/UVS11.5materialsISO.part07.rar
http://hotfile.com/dl/23039306/3766d51/UVS11.5materialsISO.part08.rar
http://hotfile.com/dl/23039317/9aa2ec8/UVS11.5materialsISO.part09.rar
http://hotfile.com/dl/23039320/251cb87/UVS11.5materialsISO.part10.rar
http://hotfile.com/dl/23039325/85a04ad/UVS11.5materialsISO.part11.rar
http://hotfile.com/dl/23039206/d900bcb/UVS11.5materialsISO.part12.rar
http://hotfile.com/dl/23039209/9ed0a9e/UVS11.5materialsISO.part13.rar
http://hotfile.com/dl/23039203/a0cd632/UVS11.5materialsISO.part14.rar
http://hotfile.com/dl/23039205/392eca0/UVS11.5materialsISO.part15.rar
http://hotfile.com/dl/23039204/306d775/UVS11.5materialsISO.part16.rar

Mirror rapidshare
http://rapidshare.com/files/330693180/UVS11.5materialsISO.part01.rar
http://rapidshare.com/files/330693228/UVS11.5materialsISO.part02.rar
http://rapidshare.com/files/330693300/UVS11.5materialsISO.part03.rar
http://rapidshare.com/files/330693466/UVS11.5materialsISO.part04.rar
http://rapidshare.com/files/330693287/UVS11.5materialsISO.part05.rar
http://rapidshare.com/files/330693172/UVS11.5materialsISO.part06.rar
http://rapidshare.com/files/330693336/UVS11.5materialsISO.part07.rar
http://rapidshare.com/files/330693270/UVS11.5materialsISO.part08.rar
http://rapidshare.com/files/330693216/UVS11.5materialsISO.part09.rar
http://rapidshare.com/files/330693282/UVS11.5materialsISO.part10.rar
http://rapidshare.com/files/330693223/UVS11.5materialsISO.part11.rar
http://rapidshare.com/files/330693218/UVS11.5materialsISO.part12.rar
http://rapidshare.com/files/330693281/UVS11.5materialsISO.part13.rar
http://rapidshare.com/files/330693349/UVS11.5materialsISO.part14.rar
http://rapidshare.com/files/330693206/UVS11.5materialsISO.part15.rar
http://rapidshare.com/files/330692755/UVS11.5materialsISO.part16.rar

Jumat, 11 Maret 2011

Enam Hal Aneh Dibandingkan Bumi dan di Luar Angkasa



Ketika air dituang di panci dan direbus, maka air akan mendidih. Namun, Anda pasti tak tahu apa yang terjadi di luar angkasa jika melakukan hal serupa.

Berikut enam kejadian atau hal umum di Bumi yang terjadi tiap hari namun akan menjadi sangat berbeda ketika berada di ‘gravitasi mikro’.

1. Air mendidih dengan gelembung besar

Di Bumi, air mendidih menciptakan ribuan gelembung-gelembung kecil . Di luar angkasa, gelembung berubah menjadi raksasa. Dinamika fluida sangat rumit dan fisikawan tak yakin apa yang akan terjadi saat merebus air dalam gravitasi mikro.

Akhirnya, ujicoba pun dilakukan pada 1992 dan fisikawan memutuskan merebus air di luar angkasa. Menurut NASA, “mempelajari cara cairan mendidih di luar angkasa dapat menghantarkan pada sistem pendinginan efisien untuk pesawat luar angkasa”.

Bahkan, suatu saat hal tersebut bisa digunakan membangun pusat tenaga di stasiun luar angkasa yang menggunakan cahaya matahari untuk merebus cairan dan menghasilkan uap yang kemudian mengubah turbin agar menghasilkan listrik.

2. Api Membulat

Di Bumi, api tampak menjilat-jilat. Hal ini dikarenakan, makin dekat Anda dengan permukaan Bumi, makin banyak molekul udara akibat gravitasi planet yang menariknya. Namun, di luar angkasa, api akan membulat. Hal ini dikarenakan atmosfer makin tipis ketika bergerak secara vertikal dan secara perlahan tekanan makin turun.

Perbedaan tinggi tekanan atmosfer satu sentimeter saja cukup untuk mengubah bentuk api lilin. Perbedaan tekanan ini menyebabkan efek yang disebut konveksi alami. Udara di sekitar api makin tak padat dibanding udara dingin di sekitarnya. Selain itu, makin banyak molekul udara panas dan molekul udara dingin pun menekan api. Alhasil, api membulat.

3. Bakteri tumbuh makin berbahaya

Eksperimen 30 tahun menemukan pertumbuhan koloni bakteri makin cepat di luar angkasa. Misalnya, Astro-E.coli, bakteri ini tumbuh dua kali lebih cepat dan sangat mematikan dibanding saat di Bumi.

Eksperimen pada pertumbuhan salmonella di pesawat luar angkasa Atlantis pada 2007 menunjukkan lingkungan luar angkasa mampu mengubah ekspresi 167 gen bakteri. Perubahan genetik ini membuat salmonella tiga kali lebih berbahaya dibanding bakteri sama yang tumbuh di Bumi.

Terdapat beberapa hipotesa mengapa bakteri tumbuh subur di ruang angkasa. Sederhananya, bakteri butuh ruang untuk tumbuh di Bumi dimana mereka cenderung menggumpal di bawah perabot makan. Menurut ilmuwan, perubahan ekspresi gen salmonella ini merupakan hasil respon tekanan pada protein Hfq.

Protein tersebut berperan mengontrol ekspresi gen. Seperti dikutip Sciencedaily, gravitasi mikro menekan secara mekanik pada sel bakteri dengan mengubah cara cairan bergerak ke permukaan. Hfq merespon dengan masuk ke dalam ‘mode bertahan’ dan membuat sel makin jahat.

4. Tak bisa bersendawa

Karena tak ada gravitasi, gaya luap yang timbul pun tak ada dan gelembung yang naik dari minuman berkarbonasi di luar angkasa pun tidak terjadi. Artinya, gelembung karbon dioksida akan stagnan dalam soda dan bir, bahkan perut astronot. Tentunya, tanpa gravitasi, astronot tak akan bisa bersendawa.

5. Mawar yang sama tapi berbau beda

Bunga menghasilkan zat aromatik ketika tumbuh di luar angkasa dan baunya pun berbeda. Hal ini dikarenakan minyak volatil yang dihasilkan tanaman sangat kuat dipengaruhi faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban dan usia bunga. Namun sangat mengejutkan gravitasi mikro bisa mempengaruhi produksi minyak itu.

Wewangian ‘dari luar dunia’ ini dihasilkan oleh beragam mawar yang disebut Overnight Scentsation yang terbang di pesawat luar angkasa Discovery pada 1998 yang kemudian dianalisa dan direplikasi serta digabung dalam ‘Zen,’ parfum yang dijual oleh perusahaan Jepang Shiseido.

6. Berkeringat lebih banyak

Seperti pada konteks api lilin, gravitasi nol artinya tak ada konveksi alami. Artinya, panas tubuh tak sampai ke kulit dan membuat tubuh secara konstan berkeringat untuk mendinginkan diri. Lebih buruk lagi, aliran stabil keringat ini tak menetes atau menguap melainkan menumpuk di tubuh. [mdr] sumber INILAH.COM

ppt struktur bumi

  klik disini